Friday, April 14, 2017

Di Balik Sikap Manismu



Mulut terucap kata indah

Mata jelas bersinar menerangi mataku

Saling menatap

Saling bicara

Dengan raut wajahmu yang sumringah

Seketika perasaan dan bayang bayang tentangmu menyeka suasana

Mataku jelas menatapmu dengan seseorang diujung sana tak ku kenal

Kau bersalam tangan padanya dengan wajah yang biasanya kau tujukan padaku

Gerak gerikmu tak kan lengah dari pandanganku

Dan seketika gerakmu terpantau radar mata menyentuh kalbu

Kau menempelkan bibirmu pada keningnya

Apa apaan ini? hatiku memekik

Sontak ku terjatuh diiringi derai air mata

Di balik itu semua terdapat rasa yang tak sesungguhnya

Kejamnya kau

Hati ini terberai berkeping keping

Karna siapa?

Karna kau

Tak lagi kejam

Bahkan jahat

Begitu mudah kau melukai

Demi kesenanganmu

Mengorbankan wajah dan perasaan tak berdosamu
Demi niatmu

Mata ini tlah salah menilai
Hingga bermukim dalam hati yang telah terukir namamu
Entah kapan namamu itu lenyap
Walau raga tlah lelah akan sikapmu
Namun hati belum mampu melenyapkan namamu 

Mata Indah


Mata indah itu menangkapku
Terdiam tak mau berpaling
Tak sengaja mataku merespon
Dengan tatapan biasaku
Tapi entah mengapa tiba tiba mata bisa merasakannya
Bahwa tatapannya bukan sekedar tatapan biasa
Namun belum tepat pada jantung hatiku
Masih memanah mataku
                        Pemilik mata itu pasti hanya tak sengaja
                        Mungkin ia kagum
                        Atau sekedar melihat saja
                        Bukan apa apa
                        Itu biasa
Apa yang salah dengan mataku
Mata ini selalu ada rasa dengan mata mata yang kiranya beda
Ku tak tau itu rasa apa
Dan aku tak mau menumbuhkan rasa itu
Karna ku tak percaya
Biarkan ia menemukan mata indah yang mampu memikat hati
Bukan sekedar pada mata

Sunday, April 9, 2017

Tulilah






Perjalanan hidup baru ¼ berlangsung
Para mulut baramai ramai keluarkan kata bijak
Menyorak pujian di depan mataku
Hingga merambat ke telingaku
Hari hari terasa tak nyaman
Walau berusaha terbaik
Tapi hati ini berasa beda
Muncul setitik benih rasa paling-kan diri
Paling diantara yang lain
Tak mau benih itu dewasa
Ku tak tau cara memadamkannya
Sontak telinga ini mendengar mulut sendiri keluarkan kata
Yang tak tau kata itu seketika menyesakkan dada
Ku terdiam sejenak mengambil sisi positif kata itu
Ku pejamkan mata
Sesorang yang baik pasti ada yang jauh lebih baik
Seseorang yang pintar pasti ada yang jauh lebih pintar
Seseorang yang rajin pasti ada yang jauh lebih rajin
Karena diatas langit masih ada langit
Untuk itu tulilah dengan jekan maupun pujian kecuali masukkan

                                                                   Karya R-SANA

Tuesday, February 14, 2017

Kerinduan




Pagi hari sepi tanpamu

Suaramu kian hilang begitu saja entah kemana kuharus mencarimu

Candamu,tawamu hingga tangisanmu

Tak lagi ku dengar

            Oh Tuhan......

            Aku rindu padanya

            Satukan kami kembali

            Kerinduan ini sungguh tak terbatas lagi

            Karena hatiku sangat sakit sekali

                                                                             Karya : R-SANA